Thursday, October 15, 2009

exams

Rasa-rasanya, musuh yang paling besar dalam menghadapi peperiksaan yang bakal menjelang adalah diri sendiri.

Musuh yang bagaimana? Perasaan gugup dan tak yakin, mungkin.

Oh, dan juga kerap dihantui oleh kesalahan-kesalahan yang lepas-lepas.

Semua ini, jika berlaku, bolehlah dikira dosa besar dalam perperiksaan, apatah lagi bila ianya perperiksaan amali, seperti OSCE (Objective-Structured Clinical Exam).

Jujurnya, aku ini seorang yang gugup dan darah gemuruh. Ada sedikit fobia untuk bergaul dalam khalayak ramai, apatah lagi jika diminta memberikan ucapan. Barangkali itulah sebab banyak masa aku habiskan bersosial dengan buku-buku, menulis dan menyendiri.

Dalam sesi feedback untuk exam yang lepas, beberapa examiners, yang juga merupakan tutor, telah memberikan komen

"I'm not satisfied with you, fitri, it seems like you're totally blur and freaked out in there. What's wrong? I'm expecting more from you."

"you're not like this during my class or in the wards. What makes you so nervous during exams?"

"bla bla bla"

Aku tak tau.

I don't know, my dear readers.

Exam anxiety, maybe.

Entahlah, apa yang aku perasan, aku gugup apabila diminta bercakap. Flight of ideas, soft spoken, indecisive, susunan idea yang berkecamuk; membuatkan aku nampak macam orang bodoh dan bahlul, tapi nak bercakap juga.

Dan mungkin kerana itu, aku sering mengelak jika diminta berdebat, atau diminta beri pendapat. Aku lebih selesa untuk meluahkan dalam bentuk penulisan. Tapi, aku cukup suka untuk mendengar pendapat orang lain, cukup berminat melihat orang berdebat.

Oh ya, aku cukup mengagumi mereka yang boleh berdebat dengan baik sekali. Alangkah berharga sekali kurniaan Tuhan pada mereka itu!

Doctor ought to be confident, i mean, c'mon man, if you are not confident with yourself, do you expect your patient to be confident in you? have faith in all you do? Follow what ever your decision? Heaven(aku tukar perkataan dia) no!- kata seorang rakan.

How to be confident?...Learn to love yourself more, pal! That's why most girls love bad boys, it's all in their confidence - kata seorang rakanku yang lain pula. (pulak dah!)

Isk.

Worst case scenario, mungkin aku akan telan beberapa pil beta-blocker sebelum exam. =)

Pohon doa sahabat-sahabat sekalian. Ma'a taufiq wannajah fi imtihan.

All the best, semua!

Friday, October 09, 2009

light

How great the wonders of the heavens
And the timeless beauty of the night
How great — then how great the Creator?
And its star like priceless jewels far beyond the reach of kings
Bow down for the Shepard guiding him home

But how many eyes are closed to the wonder of this night?
Like pearls, hidden, deep beneath a dark stream of desires
But like dreams vanish with the call to prayer
And the dawn extinguishes night – here too are signs
God is the light
God is the light

How great the beauty of the Earth and the creatures who dwell on her
How great — then how great the Creator?
As it’s mountains pierce the clouds high about the lives of men
Weeping rivers for thousands of years

But how many hearts are closed to the wonders of this sight?
Like birds in a cage, asleep with closed wings
But as work stops with the call to prayer
And the birds recite – here too are signs
God is the light
God is the light

How great the works of man and the things he makes
How great — then how great the Creator?
Though he strives to reach the heavens he can barely survive
the wars of the world he lives in

Yet how many times he’s tried, himself to immortalize?
Like his parents before him in the garden of Eden
But like the sun sets with the call to prayer
And surrenders to the night here too are signs
God is the light everlasting
God is the light everlasting
God is the light everlasting
God is the light everlasting


God is the light - Yusuf Islam

Monday, October 05, 2009

something light

Semalam, buat julung kalinya, aku menjejakkan kaki ke Singapura, atau nama rasminya Republic of Singapore, kata kawanku itu.

'Lawatan sosial' kukatakan kepada pegawai imigresen. Dan dia sengih sahaja.

Memang pun, memang aku pergi atas sebab lawatan sosial. Memenuhi undangan rumah terbuka kawan.

Dan, ketika sembang-sembang bersama beberapa kenalan baru di sana, aku lontarkan satu persoalan yang, sepanjang ingatan aku, sudah berbelas-belas tahun bermain-main difikiranku.

"Mana datangnya nama 'Singapura'? Memang, menurut hikayat, Sang Nila Utama ternampak singa di pulau ini. Tapi, tak ada seekor singa pun di Singapura, bahkan tak ada seekor pun di rantau asia tenggara ni!"

Jawapan selamba dari salah seorang antara mereka " Dia ingatkan dia ternampak seekor singa, tapi, bila pergi dekat-dekat, ia hanyalah kucing. Jadi, nah! a pretending lion - singapura!"

-__-

terima kasih, tuan rumah!